3.695.021 Pemilih DPTHP-2 Kalimantan Barat

By Redaksi  Rabu, 14 November 2018 19:06:57 WIB - dibaca 124 kali

kalbar.kpu.go.id - Atas rekomendasi Bawaslu dan masukan dari Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu Tahun 2019 , KPU Kalimantan Barat tetapkan Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) Pemilu Tahun 2019 dengan jumlah pemilih sebanyak 3.695.021 (Tiga Juta Enam Ratus Sembilan Puluh Lima Ribu Dua Puluh Satu) pada Rapat Pleno Terbuka bertempat di Hotel Mercure Pontianak, Rabu(14/11).

"Rapat Pleno terbuka yang kita laksanakan ini adalah bagian dari proses penyempurnaan dari DPTHP-1 yang telah d tetapkan sebelumnya", ungkap Ketua KPU Provinsi Kalimantan Barat Ramdan, S.Pd.I., M.Pd. saat membuka kegiatan tersebut didampingi Anggota, Sekretaris, Pejabat serta jajaran Sekretariat KPU Provinsi Kalimantan Barat.

Pada DPTHP-1 tingkat Provinsi Kalimantan Barat sebelumnya ditetapkan sebesar 3.538.838 Pemilih.

Berdasarkan Surat Edaran KPU RI Nomor : 1O99/PL.02.l-SD/Ol/KPU/IX/2018 Tanggal 20 September 2018 perihal Penyempurnaan DPTHP- 1 atas rekomendasi Bawaslu dan masukan Partai Politik Peserta Pemilu pada saat Rapat Pleno Terbuka Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP-I) di tingkat KPU RI, KPU seluruh Indonesia diharapkan berkoordinasi dengan Bawaslu, Disdukcapil, Partai Politik dan peserta pemilu sesuai tingkatan agar melakukan proses penyempurnaan terhadap DPTHP-1 tersebut.

"Proses yang dilakukan salah satu adalah dengan cara mengeluarkan data pemilih dari dalam DPTHP-1 jika ditemukan pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) dengan kategori potensi ganda, belum berusia 17 tahun saat pemungutan suara dan belum menikah dan meninggal dunia", lanjut Ramdan.

Selain itu, proses juga dilakukan untuk memperbaiki elemen data apabila ditemukan pemilih yang elemen datanya keliru dan belum
lengkap dan memasukan data pemilih apabila masih ditemukan pemilih yang belum terdaftar. Untuk pelaksanaan ini, KPU Provinsi/Kabupaten/kota beserta jajarannya melakukan gerakan yang bernama #GMHP (Gerakan Melindungi Hak Pilih) sejak tanggal 1 sampai dengan tanggal 28 Oktober 2018 begitu juga dengan Bawaslu yang melakukan kegiatan yang sama.

Dijelaskan, sebelum melakukan rekapitulasi tingkat Provinsi, KPU Kabupaten/Kota telah melakukan rekapitulasi dan rapat pleno tingkat Kabupaten/kota sejak tanggal 12 dan 13 November 2018 serta selanjutnya akan dilakukan rekapitulasi tingkat nasional yang akan dilaksanakan oleh KPU RI pada tanggal 15 November 2018.

Kegiatan ini dihadiri oleh KPU Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat, Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat, Forkompinda, Partai Politik, Calon Anggota DPD Dapil Kalimantan Barat, Kesbangpol serta Instansi terkait.(nzi)

kalbar.kpu.go.id - Atas rekomendasi Bawaslu dan masukan dari Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu Tahun 2019 , KPU Kalimantan Barat tetapkan Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) Pemilu Tahun 2019 dengan jumlah pemilih sebanyak 3.695.021 (Tiga Juta Enam Ratus Sembilan Puluh Lima Ribu Dua Puluh Satu) pada Rapat Pleno Terbuka bertempat di Hotel Mercure Pontianak, Rabu(14/11).

"Rapat Pleno terbuka yang kita laksanakan ini adalah bagian dari proses penyempurnaan dari DPTHP-1 yang telah d tetapkan sebelumnya", ungkap Ketua KPU Provinsi Kalimantan Barat Ramdan, S.Pd.I., M.Pd. saat membuka kegiatan tersebut didampingi Anggota, Sekretaris, Pejabat serta jajaran Sekretariat KPU Provinsi Kalimantan Barat.

Pada DPTHP-1 tingkat Provinsi Kalimantan Barat sebelumnya ditetapkan sebesar 3.538.838 Pemilih.

Berdasarkan Surat Edaran KPU RI Nomor : 1O99/PL.02.l-SD/Ol/KPU/IX/2018 Tanggal 20 September 2018 perihal Penyempurnaan DPTHP- 1 atas rekomendasi Bawaslu dan masukan Partai Politik Peserta Pemilu pada saat Rapat Pleno Terbuka Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP-I) di tingkat KPU RI, KPU seluruh Indonesia diharapkan berkoordinasi dengan Bawaslu, Disdukcapil, Partai Politik dan peserta pemilu sesuai tingkatan agar melakukan proses penyempurnaan terhadap DPTHP-1 tersebut.

"Proses yang dilakukan salah satu adalah dengan cara mengeluarkan data pemilih dari dalam DPTHP-1 jika ditemukan pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) dengan kategori potensi ganda, belum berusia 17 tahun saat pemungutan suara dan belum menikah dan meninggal dunia", lanjut Ramdan.

Selain itu, proses juga dilakukan untuk memperbaiki elemen data apabila ditemukan pemilih yang elemen datanya keliru dan belum
lengkap dan memasukan data pemilih apabila masih ditemukan pemilih yang belum terdaftar. Untuk pelaksanaan ini, KPU Provinsi/Kabupaten/kota beserta jajarannya melakukan gerakan yang bernama #GMHP (Gerakan Melindungi Hak Pilih) sejak tanggal 1 sampai dengan tanggal 28 Oktober 2018 begitu juga dengan Bawaslu yang melakukan kegiatan yang sama.

Dijelaskan, sebelum melakukan rekapitulasi tingkat Provinsi, KPU Kabupaten/Kota telah melakukan rekapitulasi dan rapat pleno tingkat Kabupaten/kota sejak tanggal 12 dan 13 November 2018 serta selanjutnya akan dilakukan rekapitulasi tingkat nasional yang akan dilaksanakan oleh KPU RI pada tanggal 15 November 2018.

Kegiatan ini dihadiri oleh KPU Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat, Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat, Forkompinda, Partai Politik, Calon Anggota DPD Dapil Kalimantan Barat, Kesbangpol serta Instansi terkait.(nzi)

'