Ketua KPU Kalbar dan Kades Rasau Jaya Tiga Tanda Tangani PKS DP3

Ketua KPU Kalbar dan Kades Rasau Jaya Tiga Tanda Tangani PKS DP3


Rasau Jaya, Ketua KPU Provinsi Kalimantan Barat dan Kepala Desa Rasau Jaya Tiga Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) pada Rabu pagi (28/7) bertempat di Kantor Desa Rasau Jaya Tiga yang dihadiri oleh KPU Kubu Raya, Camat Rasau Jaya, Kapolsek Rasau Jaya, dan Perangkat Desa setempat.

Program DP3 merupakan sebuah program baru (Pilot Project) pendidikan pemilih yang di gagas oleh KPU RI bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat tentang kepemiluan dalam menyongsong Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024 serta menciptakan pemilih yang mandiri dan rasional.

Program DP3 di Kalimantan Barat ini dilaksanakan di 2(dua) Desa yaitu Desa Rasau Jaya Tiga Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya dan Desa Wajok Hulu Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah yang telah ditetapkan sebagai lokus DP3.

Lokus DP3 dipilih berdasarkan kriteria daerah partisipasi rendah, daerah potensi pelanggaran tinggi, dan daerah rawan konflik/bencana. Desa Rasau Jaya Tiga termasuk dalam kategori daerah rawan konflik/bencana yaitu kebakaran hutan dan lapangan sedangkan Desa Wajok Hulu termasuk dalam kategori potensi pelanggaran Pemilu dan Pemilihan tinggi.

Tujuan dari pelaksanaan program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) yaitu membangun kesadaran politik masyarakat agar menjadi pemilih yang berdaulat; mengedukasi masyarakat dalam memfilter informasi, sehingga masyarakat tidak mudah termakan isu hoaks terkait kepemiluan; menghindarkan masyarakat pada praktik politik uang yang sering terjadi menjelang Pemilu dan Pemilihan; meningkatkan kuantitas dan kualitas partisipasi pemilih; dan membentuk kader yang mampu menjadi penggerak dan penggugah kesadaran politik masyarakat.

Pasca penandatangan PKS tersebut, KPU Provinsi bersama dengan KPU Kabupaten/Kota yang menjadi Lokus wilayah Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan atau melalui lokus desa yang sudah ditetapkan melakukan rekruitmen calon kader Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan sebanyak 25 (dua puluh lima) orang per Lokus yang berasal dari basis: 1) perempuan; 2) disabilitas; 3) pemilih pemula; 4) pemilih muda; dan/atau 5) tokoh masyarakat adat atau agama setempat; usia paling rendah 17 tahun, paling tinggi 50 tahun, bukan anggota parpol, warga desa setempat dan syarat lainnya untuk selanjutnya ditetapkan oleh KPU Provinsi sebagai penggerak masyarakat dalam setiap penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan.

Tahapan Pembekalan peserta Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan dilaksanakan dengan ketentuan Kegiatan tatap muka secara langsung (luring) atau menggunakan media dalam jaringan (daring) dengan melibatkan anggota KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, akademisi, dan tokoh masyarakat yang mampu menggugah kesadaran politik masyarakat, sebagai narasumber.(admin-nzi)