KPU Kalbar Hadiri Bimtek SILON Lanjutan

By Redaksi  Sabtu, 07 Maret 2020 13:12:47 WIB - dibaca 127 kali

kalbar.kpu.go.id - Simalungun, Medan, Menjelang proses pendaftaran calon yang berlangsung Juni 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Bimbingan teknis (Bimtek) Lanjutan Pencalonan dan Penggunaan Sistem Informasi Pencalonan (SILON) pada Pemilihan 2020, di Kota Simalungun, Sumatera Utara, Rabu(4/3).

Kegiatan yang mengundang Divisi, Kasubbag atau Koordinator, serta Operator SILON tersebut dihadiri oleh 32 Provinsi di Indonesia, selain DKI Jakarta dan Aceh.

KPU Provinsi Kalimantan Barat dihadiri oleh Erwin Irawan, S.Sos., M.Si., selaku Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Eka Sulastri, S.Kom., selaku Kasubbag Teknis dan Hupmas sekaligus Koordinator SILON dan Fachziar selaku operator SILON.

Kepala Biro Teknis dan Hupmas KPU, Nur Syarifah mengatakan tujuan dari bimtek adalah memberikan pemahaman kepada KPU provinsi terkait kebijakan pencalonan sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU (PKPU). Selain itu juga sebagai ruang pembelajaran lebih lanjut bagi para operator dalam menggunakan Aplikasi Silon.

Ketua KPU, Arief Budiman berpesan agar jajarannya menyiapkan diri menghadapi tahapan pencalonan. Bekerja profesional dan berintegritas diyakini dapat mempermudah jalannya tahapan yang menurut dia juga akan diawasi oleh masyarakat.

“Kalau semua sudah diperlihatkan maka publik akan percaya apa yang kita kerjakan,” kata Arief.

Sejalan dengan Silon, Arief juga menegaskan bahwa sistem ini adalah cara KPU menunjukkan kerja transparan dan berintegritas. Oleh karena itu sebagai penyelenggara harus menguasai prosesnya, agar dijalankan dengan benar.

"Silon tidak hanya bermanfaat bagi peserta dan penyelenggara tapi juga masyarakat yang akan menentukan pilihannya di 23 September 2020 nanti," pungkas Arief.

Selanjutnya Anggota yang membidangi Divisi Hukum KPU Hasyim Asy’ari menghimbau kepada jajaran penyelenggara pemilihan ditingkat provinsi, kabupaten/kota pun diminta untuk siap menghadapi potensi gugatan dalam menghadapi proses tahapan penyerahan dukungan bakal pasangan calon perseorangan, terutama dalam menyiapkan hal-hal apa saja yang dibutuhkan untuk menghadapi sengketa tersebut.

“Warning system dan kemudian manajemen resiko itu harus diterapkan di awal, sehingga bisa diantisipasi sejak awal,” ujar Hasyim saat memberikan materi pada kegiatan dimaksud.

Hasyim berharap dengan kesiapan yang penuh dari jajaran penyelenggara pemilihan maka ketidakpuasan dari pihak-pihak akan sukses untuk dijawab.

“Perlu diingat, kita sebagai lembaga penyelenggara, personel-personelnya juga perlu menjaga diri untuk tidak menjadi bagian yang menjadi faktor penyebab konflik,” lanjut Hasyim.

Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari ini ditutup oleh Ilham Saputra yang mewakili Ketua KPU yang harus menghadiri kegiatan lain.

Sebelum menutup kegiatan tersebut, Ilham Saputra mengajak seluruh jajarannya di provinsi, kabupaten/kota untuk melihat Indeks Kerawanan Pemilihan (IKP) sebagai masukan untuk bekerja lebih baik. IKP juga dapat dijadikan ruang pencegahan atas potensi gangguan dalam proses persiapan tahapan yang menurut dia bisa diantisipasi dengan kerja profesional.

"Kita sebagai penyelenggara akan bekerja secara profesional dan cepat. Buktikan mampu menjadikan daerahnya kembali hijau," tegas Ilham pada penutupan Bimtek Lanjutan Pencalonan dan Aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (Silon) pada Pemilihan 2020 di Simalungun, Jumat (6/3/2020).

Ilham mengingatkan bahwa Pemilihan 2020 harus berlangsung sukses karena jadi bekal menghadapi Pemilu 2024. Sebagaimana diketahui pemilihan di 270 daerah jadi proses demokrasi menuju Pemilu Serentak 2024. Pemilihan yang digelar 23 September 2020 nanti juga jadi pembuktian kesuksesan yang telah diraih di Pemilu 2019 lalu.

"Mari jadikan even pemilihan ini momen kita untuk bangkit dan tutup mata terhadap (kesuksesan) masa lalu. Mari kita buktikan kepada publik bahwa kita sebagai penyelanggara pemilihan mampu melaksanakan dengan baik dan profesional," lanjut Ilham.(nzi)

'